![]() |
| www.jjproduction.id |
Al Quran di Mata Orang Barat dan Menurut
Bangsa Timur
AL-Quran merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan pada
empat belas abad yang lalu kepada Nabi Muhammad SAW.
Kitab Al-Quran tidak hanya dikaji oleh umat Islam saja,
melainkan oleh berbagai agama dengan orientasi yang berbeda-beda. Al-Quran
telah banyak memberi bukti tentang kebenaran prediksinya.
Tidak hanya itu, berbagai penemuan modern telah tertulis
dalam Al-Quran sejak empat belas abad silam sebelum ditemukan
teknologi-teknologi canggih yang membantu suatu penelitian. Dan hampir dapat
dipastikan, sebagian besar penemuan tersebut diteliti oleh penduduk bumi
belahan barat (Amerika dan Eropa).
Dari fakta ini, timbul sebuah pertanyaan, ke mana penduduk
Islam belahan timur, terutama Indonesia yang populasi umat Islam terbesar di
dunia.
Al-Quran dan bangsa timur
Selama ini, umat Islam di belahan timur, khususnya Indonesia
sangat antusias dalam mempelajari Al-Quran. Hal ini dapat dilihat dengan
maraknya kegiatan-kegiatan yang bernuansa qurani.
Namun, perlu diketahui juga, bahwa banyak di antara
masyarakat Indonesia yang menganggap Al-Quran hanya sebatas kitab suci yang
membahas persoalan agama saja.
Bahkan, tidak sedikit yang menganggap Al-Quran sebagai sebuah
lembaran sakti (jimat) yang mempunyai kekuatan ghaib untuk mengusir roh jahat.
Anggapan seperti ini terus berkembang di masyarakat sehingga
banyak terjadi kekeliruan dalam memahami Al-Quran. Pada masyarakat tersebut,
Al-Quran memang dibaca, tetapi tidak dipahami maknanya, didalami kandungannya,
dan diamalkan pesannya.
Sampai sekarang, tidak sedikit yang meyakini kalau ayat
Al-Quran ditulis di kertas, kemudian dibakar dan abunya dicampur dengan air,
lalu diminum, maka dapat menyembuhkan penyakit dan membuat seseorang menjadi
pintar atau sakti.
Ada pula yang beranggapan kalau Al-Quran ditulis dengan tinta
emas di selembar kertas, lalu kertas tersebut dibawa ke mana saja pergi, maka
akan terhindar dari segala marabahaya, terhindar dari roh-roh jahat, akan
mendatangkan banyak rezeki.
Akibatnya, banyak orang malas membaca Al-Quran, mereka hanya
membawa lembaran tulisan tersebut ke mana saja, termasuk ketika memasuki kamar
mandi dengan alasan supaya tidak digoda oleh makhluk halus sebangsa jin.
Fenomena Alquran di dunia Barat
Sementara di Eropa dan Amerika, Al-Quran tidak hanya dikaji
mengenai fiqih dan muamalah saja. Berbagai penelitian ilmiah dikaitkan dengan
Al-Quran, mulai dari kedokteran, matematika, kimia, astronomi, dan beragam
riset lainnya.
Penelitian pun tidak hanya dilakukan oleh cendekiawan dan
ilmuwan Muslim, melainkan juga oleh kalangan non-muslim dengan motif yang
berbeda-beda. Ada yang penasaran dengan kebenaran Al-Quran, ada yang ingin
mengambil manfaat dari keistimewaan Al-Quran walaupun tidak meyakini agama
Islam. Ada pula yang ingin mencari kelemahan Islam, dan berbagai motif lainnya.
Salah satu penemuan yang sangat fenomenal adalah keseimbangan
dan keajaiban angka dan kata dalam Al-Quran. Al-Quran yang tersusun atas 77.439
(tujuh puluh tujuh ribu empat ratus tiga puluh sembilan) kata mempunyai
keseimbangan kata yang luar biasa.
Misalnya, kata al-hayah (hidup) dan al-maut (mati). Kata yang
berlawanan tersebut sama-sama disebutkan sebanyak seratus enam puluh tujuh
(167) kali.
Selain itu, kata yaum (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan
sebanyak tiga ratus enam puluh lima (365) kali. Hal ini menunjukkan jumlah hari
dalam setahun.
Sedangkan kata hari yang menunjukkan plural (ayyam dan
yaumaini) disebutkan sebanyak tiga puluh (30) kali. Jumlah ini sama dengan
jumlah hari dalam sebulan. Di sisi lain, kata syahr (bulan) hanya terdapat dua
belas (12) kali, persis jumlah bulan dalam setahun.
Selain itu, dalam ilmu kimia, para cendekiawan barat juga
menemukan sesuatu yang sangat berkesinambungan dengan Al-Quran. Besi dalam
sistem periodik kimia dilambangkan dengan “Fe”.
Sedangkan dalam Al-Quran terdapat sebuah surat yang mempunyai
arti besi yaitu Surat Al-Hadid. Apabila diurut dari belakang, Surat Al-Hadid
berada di posisi lima puluh delapan (58).
Angka lima puluh delapan (58) merupakan salah satu dari
isotop unsur besi dalam ilmu kimia. Kata “Allah” dalam surat tersebut
disebutkan sebanyak tiga puluh dua (32) kali, dan angka tiga puluh dua (32)
menunjukkan jumlah neutron dari isotop besi 58 atau 58Fe.
Dalam Surat Al-Baqarah ayat dua puluh sembilan (29)
disebutkan, bahwa langit memiliki tujuh bagian. Ini sejalan dengan penelitian
ilmuwan barat mengenai tujuh lapisan atmosfer di langit yang meliputi lapisan
troposfer, stratosfer, ozonosfer, mesosfer, termosfer, ionosfer, dan eksosfer.
Dari semua penemuan tersebut, hampir semuanya diteliti oleh
barat sehingga muncul pertanyaan besar, “Ke mana umat muslim timur, khususnya
Indonesia yang penduduk muslimnya terbanyak di dunia?”
Sudah saatnya umat muslim timur sadar akan pentingnya
ilmu-ilmu umum yang dasarnya sudah terdapat dalam Al-Quran. Tidak cukup hanya
membaca dan mengkaji mengenai permasalahan fiqih saja, akan tetapi harus dikaji
lebih dalam mengenai ayat-ayat yang berkaitan dengan alam sekitar.
Al-Quran adalah kitab suci umat Islam, tetapi yang lebih
unggul dalam kajian alamnya malah barat. Padahal terdapat banyak tanda-tanda
kebesaran Allah yang terdapat dalam Al-Quran mengenai alam sekitar.
Seorang ahli sastra dunia, Kasus Khalafullah pernah menulis
dalam karyanya Al-fann al-qashsashi fi al-quran al-karim. Beliau menyatakan,
bahwa Al-Quran merupakan lahan penelitian yang masih sangat terbuka bagi kaum
muslimin. Tidak seperti saat ini yang hanya diteliti oleh para orientalis dengan
motif-motif yang seringkali tidak objektif.
Al-Quran bukanlah buku sejarah yang hanya dibaca dan dihafal,
melainkan harus dipelajari secara komprehensif. Apabila itu terealisasi, maka
bukan tidak mungkin Islam akan kembali kepada kejayaan seperti pada masa
pertengahan yang banyak melahirkan cendekiawan seperti Ibnu Sina (kedokteran),
Ibnu Khaldun (ekonomi), Al-Khawarizmi (matematika), dan tokoh-tokoh besar
lainnya.
Dengan begitu, tidak ada lagi celah bagi kaum orientalis
untuk mencari kelemahan dan menjatuhkan Islam melalui kitab suci umat Islam
sendiri. Wallahu a’lam bi al-showab. []
https://www.islamcendekia.com/2017/08/al-quran-di-mata-orang-barat-dan-menurut-bangsa-timur.html

No comments:
Post a Comment